Sepuluh pelajaran dari kehidupan Yusuf, dari Kejadian 37 sampai 50. Setiap pelajaran mengambil satu masa ujian, dari sumur sampai takhta. Tujuannya membentuk karakter yang dibutuhkan oleh sebuah panggilan, supaya seorang murid memikul panggilannya sebelum ia memakai mahkota.
Terjemahan mesin. Diterjemahkan dari bahasa Inggris menggunakan komputer. Ayat-ayat Alkitab mungkin berbunyi berbeda dari Alkitab Anda. Baca dalam bahasa Inggris
10 pelajaranSepuluh ujian
Word · PDFUntuk membaca atau mengunduh
Para pendeta, guru, dan pemimpin kelompok kecilUntuk siapa ini ditujukan
Sampai pada waktu firman-Nya itu genap, firman TUHAN menguji dia.
Mazmur 105:19 [TL]
Gambaran Umum
The Tested Life mengikuti kisah Yusuf mulai dari mimpi pada usia tujuh belas tahun hingga takhta pada usia tiga puluh tahun. Buku ini mengajarkan bahwa panggilan dari Allah adalah tugas, bukan hadiah, dan bahwa tahun-tahun antara mimpi dan penggenapannya adalah masa ketika Allah membentuk orang yang dipanggil-Nya. Setiap pelajaran membahas satu ujian: janji, lubang, penempatan, kemurnian, kesabaran, pujian, kuasa, kelimpahan, pengampunan, dan tujuan.
Pelajaran-pelajaran ini diajarkan secara berurutan. Setiap pelajaran lebih dahulu menjelaskan pokok bahasannya: apa itu, dan apa yang bukan. Lalu pelajaran itu menyebutkan kesalahpahaman yang umum, memuat ayat Alkitab secara lengkap, mengajarkan dua poin utama, dan ditutup dengan penerapan pribadi dan penerapan dalam kepemimpinan. Setiap pelajaran dirancang untuk meninggalkan satu kebenaran di dalam hati.
Ini adalah buku panduan guru. Setiap pelajaran dibuka dengan peta jalan satu halaman untuk sesi 60 menit, dengan petunjuk untuk pembukaan, pengajaran, dan penutup. Buku ini juga memuat catatan bagi pemimpin, lima pertanyaan diskusi, dan pemeriksaan singkat yang menanyakan apa yang diterima peserta, bagaimana ia akan menanggapinya, apa yang harus ia lepaskan, dan di mana ia akan beristirahat dalam Allah. Kunci jawaban untuk kolom kosong peserta ada di bagian belakang.
Gunakanlah buku ini dalam kelompok kecil, kelas pemimpin, atau pemuridan satu lawan satu. Bacalah dengan perlahan, carilah setiap ayat, jawablah dengan jujur di hadapan Allah, lalu ajarkanlah kepada orang lain.
Pelajaran
01Ujian JanjiPanggilan dari Allah adalah tugas, bukan hadiah.Singkatnya. Allah memberikan mimpi kepada Yusuf ketika ia berusia tujuh belas tahun, tetapi ia baru duduk dalam kuasa pada usia tiga puluh tahun. Panggilan bukanlah mahkota, dan mimpi itu tidak membuatmu siap. Mimpi itu menunjukkan tujuan akhir, dan tahun-tahun di antaranya adalah masa ketika Allah membentuk karakter untuk menanggungnya.
02Ujian LubangPengkhianatan itu nyata, tetapi tidak dapat membatalkan panggilan.Singkatnya. Saudara-saudara Yusuf sendiri melemparkannya ke dalam lubang dan menjualnya. Lubang itu bukanlah bukti bahwa Allah telah pergi, dan luka bukanlah alasan untuk dicoret dari panggilan. Lubang yang paling dalam adalah kepahitan yang kita biarkan masuk ke dalam hati, sehingga seorang murid belajar mengampuni sejak dini dan menjaga hatinya tetap bersih.
03Ujian PenempatanAllah lebih dahulu menguji kita dalam pekerjaan orang lain.Singkatnya. Yusuf melayani sebagai budak di rumah Potifar, dan TUHAN menyertainya. Kesetiaan bukanlah soal dilihat orang. Kesetiaan adalah menjadi orang yang dapat dipercaya di tempat kamu ditempatkan. Tujuannya adalah mengubah hati yang mengincar panggung menjadi hati yang melayani dengan segenap hati, seperti untuk Tuhan.
04Ujian KemurnianKekudusan dipertanggungjawabkan kepada Allah, bukan kepada rasa takut ketahuan.Singkatnya. Yusuf menolak istri Potifar dan lari, padahal tidak akan ada seorang pun yang tahu. Karakter adalah siapa dirimu di balik pintu yang tertutup, sedangkan reputasi hanyalah siapa dirimu menurut anggapan orang. Pelajaran ini bertujuan membentuk hati yang terjaga dan hidup tersembunyi yang bersih di hadapan Allah.
05Ujian KesabaranManusia mungkin melupakanmu, tetapi Allah tidak pernah melupakan hamba-Nya.Singkatnya. Yusuf berbuat benar, lalu masuk penjara, dan juru minuman itu melupakannya dua tahun lagi. Sel penjara bukanlah tanda ditinggalkan. Sel itu adalah ruang kelas tersembunyi tempat Allah mempersiapkanmu. Pelajaran ini bertujuan menjaga seorang murid tetap melayani dan tidak menjadi lelah ketika tidak ada yang melihat.
06Ujian PujianSorotan menguji kerendahan hati, bukan bakat.Singkatnya. Ketika dengan segera dibawa menghadap Firaun, Yusuf berkata, “Hal itu tidak ada padaku.” Kerendahan hati bukanlah menyembunyikan karunia yang kamu miliki. Kerendahan hati adalah menggunakannya sepenuhnya dan memberikan seluruh pujian kepada Allah. Pelajaran ini bertujuan menetapkan dalam hati bahwa segala yang kita miliki, kita terima.
07Ujian KuasaWewenang adalah amanah yang diberikan agar kita dapat melayani.Singkatnya. Firaun menempatkan Yusuf di atas Mesir, dan mahkota ternyata menjadi ujian yang lebih berat daripada sel penjara. Kuasa tidak mengubah seseorang. Kuasa menyingkapkan siapa dia sebenarnya. Seorang murid belajar bahwa ia adalah pengelola, bukan pemilik, dan bahwa ia memimpin sebagai teladan, bukan sebagai tuan.
08Ujian KelimpahanBahaya dalam kelimpahan adalah melupakan Allah yang memberikannya.Singkatnya. Pada tujuh tahun yang baik, Yusuf memiliki keluarga, kehormatan, dan gandum lebih banyak daripada yang dapat ia hitung. Ini bukan pelajaran yang melawan berkat. Bahayanya adalah mengandalkan apa yang kita miliki, dan bukan Allah. Tujuannya adalah menjaga hati tetap lembut, bersyukur, dan bergantung kepada Allah ketika hidup sedang baik.
09Ujian PengampunanAmpunilah dari takhta, dengan kuasa di tanganmu.Singkatnya. Yusuf memegang kuasa penuh atas saudara-saudaranya yang telah menjualnya, dan ia memilih untuk menangis, mengampuni, dan memberi makan. Pengampunan bukanlah berpura-pura bahwa kesalahan itu tidak pernah terjadi, dan tidak sama dengan percaya. Pengampunan mengatakan yang sebenarnya, melepaskan utang, dan melihat tangan Allah di atas kejahatan manusia.
10Ujian TujuanDiselamatkan untuk menyelamatkan orang lain.Singkatnya. Ketika menoleh ke belakang, Yusuf melihat bahwa Allah mengutusnya lebih dahulu untuk memelihara kehidupan. Panggilan bukanlah tempat tiba atau hadiah bagi diri kita sendiri. Panggilan adalah tugas demi orang lain. Pelajaran ini bertujuan mengarahkan seorang murid keluar, untuk memakai apa yang telah ia terima bagi orang-orang yang Allah kirim kepadanya.
Beri penilaian untuk sumber daya ini
Apakah ini bermanfaat bagi Anda atau kelompok Anda? Penilaian dan komentar Anda akan langsung diteruskan kepada Pendeta Timothy.